Postingan

Ketika Sambal Roa dan Pecel Madiun Bertemu dalam Jamuan Sosial dan Kekinian

Gambar
Salah satu menu jamuan dalam kemasan praktis rice bowl. Sumber foto: Jamuan.id Sewaktu pertama kali mendengar acara Grand Opening Jamuan yang diadakan pada tanggal 28 Februari 2020, yang terbesit di pikiran saya adalah pembukaan sebuah gerai atau kafe jejamuan tradisional. Ternyata ini adalah sebuah gerai makanan cepat saji yang mempertemukan dua menu tradisional khas Manado dan Jawa Tengah. Yang uniknya lagi, penyajian kedua menu khas nusantara ini sangat praktis dengan menggunakan kemasan makanan kekinian.  Aneka tampilan menu Jamuan. Sumber foto: Jamuan.id Pilihan menu yang tersedia di Jamuan. Sumber foto: Lia Wahab Kemasan praktis rice bowl Jamuan. Sumber foto: Lia Wahab Suguhan menu Jamuan dalam meja prasmanan. Sumber foto: Lia Wahab Terlihat sebuah meja besar prasmanan yang disuguhkan bagi para tetamu di acara ini. Menu yang tersedia adalah menu yang terdapat pada daftar menu di gerai ini. Sangat jarang, sajian ikan cakalang, sam...

Merawat Kebhinekaan Ala Kaum Muda

Gambar
Ira Lathief bersama pemandu dan narasumber acara dari berbagai organisasi keagamaan dan kepercayaan dalam Millenial Talks di hari pertana Festival Kebhinnekaan ke-3, 20 Februari 2020 di Griya GusDur, Jakarta. Sumber: Dok. Pribadi Ini kali ketiga kegiatan ini diadakan, “Festival Kebhinnekaan” namanya. Dan dengan bangga saya mengatakan bahwa kreator acara ini adalah sahabat saya, Ira Lathief, orang yang sudah saya kenal betul sepak terjangnya dalam dunia sosial. Festival ini dibuatnya atas nama kekhawatiran pada eksklusifitas kelompok dalam satu agama tertentu yang menimbulkan arogansi dan perpecahan sosial. Ira juga menemukan di banyak belahan dunia bahwa arogansi beragama ini mengganggu tatanan yang berlangsung di masyarakat. Apalagi, Indonesia kan bangsa yang majemuk, begitu banyak suku, agama dan keyakinan berdiam di sini, kekhawatiran dengan perpecahan karena perbedaan latar belakang itu semakin kuat. Ira Lathief membuka Festival Kebhinnekaan ke-3 dengan...

Sensasi Mandi Parfum dan Perawatan Kulit ala Vitalis yang Bikin Kangen

Gambar
Sejak dulu saya sudah kenal dengan produk Vitalis. Tapi, satu-satunya produk Vitalis yang saya pernah pakai itu lulur untuk mandi. Dulu semasa kuliah saya tergila-gila dengan kulit lembut yang kenyal dan cerah. Vitalis merupakan salah satu produk lulur yang menurut saya berkualitas baik. Ternyata, sejak pertengahan tahun 2019 Vitalis telah mengeluarkan produk baru yaitu Body Wash dengan tiga varian nama yaitu White Glow, Fresh Dazzle dan Soft Beauty. Ketiganya itu punya aroma yang segar dan bikin seseorang jadi betah mandi, seperti yang saya rasakan saat ini, hehehe. White Glow itu sangat cocok buat wanita yang mau mencerahkan warna kulitnya karena mengandung ekstrak Licorice dan Susu. Asalkan rutin menggunakan White Glow Body Wash ini, hasil yang cerah di kulit pasti di dapat. Ini memang sangat cocok buat saya yang sangat mengidolakan kulit yang cerah karena kulit asli saya mudah menggelap kalau terpapar matahari. Kelebihan dari White Glow ini gak cuma di manfaat p...

Belajar Rukun dan Bertoleransi dari Keluarga Kawanua, Kisah di Perayaan Natal Kunci Taon 2020

Gambar
Saya hadir di acara ini bersama beberapa blogger lainnya atas undangan seorang teman, Lisa namanya. Saya sempat berpikir, saya yang berjilbab ini apakah pantas hadir di sebuah ibadah perayaan natal. Ternyata, acara yang diadakan oleh Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) yang diketuai oleh Ronnie Frankie Sompie ini merupakan acara perayaan natal sekaligus silaturahmi keluarga KKK yang anggotanya ada dalam keluarga kesukuan Minahasa di seputar Sulawesi Utara. Pantas saja, ketika memasuki gedung tempat berlangsungnya acara, saya melihat banyak juga undangan muslim dan agama lainnya yang hadir termasuk dari perwakilan pemerintah daerah Sulawesi Utara. Sekitar empat ribu undangan menghadiri acara yang diadakan di gedung Integrity Convention Center (ICC) Kemayoran, Jakarta Pusat pada tanggal 1 Februuari 2020 itu. Riuh gembira peserta terasa dari tengah ruang acara ini. Anggota KKK dari berbagai penjuru hadir yang terlihat dari jajaran bis rombongan dari beberapa asal lokasi memenuhi parkira...

Anak Perempuanku yang Selalu Bikin Degdegan

Gambar
Saat pertama diberi amanah anak perempuan, yang terbayang sama saya cuma anak yang lucu, cantik dan penuh kelembutan. Ternyata, gak semua ekspektasi bisa terjadi, gaes! Lingkungan juga yang membentuk dia, termasuk saya sendiri, hehehe... Ini wajah anak putri saya yang mulai sembuh dari luka karena tergesek aspal waktu kejar-kejaran dengan abangnya di jalanan. Untungnya saat kejadian saya gak ada di tempat. Kalau ada saya, luka anak ini bisa ditambah sama luka hati gegara omelan ibu-ibu yang panik. Saya tentu saja gak mau hal buruk terjadi pada anak saya, tapi mengarahkannya supaya pada kondisi 'aman' kayaknya koq ya susah saat ini. Semoga perkembangan pikirnya bisa membantu dia menjaga dirinya kelak. Hosh! Cukup lah nak bikin jantung dan tekanan darah bundamu ini gak karuan!

Belajar dari Kearifan Ibu Semesta

Gambar
Satu hal yang mendukung tumbuh kembang dan proses belajar anak dalah ikatan emosional ibu dan anak. Dengan ikatan ini, ibu dengan mudah bisa mentransfer nilai-nilai kebijakan yang seorang ibu miliki. Seperti halnya yang ditunjukkan Ibu Semesta, sosok yang digambarkan dalam simulasi tantangan 4 unsur kehidupan yang dibuat oleh Nivea dalam wahana "World Of Imagination". Ini adalah satu bentuk kepedulian Nivea pada pertalian ibu dan anak yamg diadakan di momen hari ibu 2019 21-22 Desember 2019 lalu di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta. Hari ibu tahun ini pun jadi hari ibu terspesial yang saya lalui. Lewat petualangan "World of Imagination," saya diberi ruang untuk menghadapi tantangan dalam bentuk permainan bersama anak-anak saya. Kekompakan tim menjadi hal yang utama yang harus diterapkam dalam keseharian di luar permainan. Dalam wahana dunia air, dunia pasir, dunia angin dan dunia hutan yang harus dilewati, para ibu dan anak didorong untuk bekerja sama dal...

Menelusuri Aceh, Negeri Indah "Pemulia Jamee"

Gambar
Saya di salah satu rumah makan di perbukitan Tapaktuan, Aceh Selatan (Sumber foto: koleksi pribadi) Menjejakkan kaki di tanah Aceh memang bukan hal baru bagi saya. Dua belas tahun yang lalu, tak pernah menyangka Tuhan mengizinkan saya melihat salah satu karunia terbesarNya bagi Indonesia ini. "Negeri serambi Mekkah" atau "Tanah Rencong" begitulah orang menyebutnya, tanah indah di ujung barat Indonesia yang tak henti menawarkan keistimewaan.  Adat istiadat, kearifan lokal dan keindahan alam yang masih terjaga serta sejarah Aceh yang mengambil bagian besar dalam kemerdekaan negeri ini membuat Aceh selalu menonjol di antara semua propinsi yang ada di Indonesia. Itulah mengapa selalu ada takjub di hati saya melihat perkembangan Aceh. Tamu yang berkunjung ke daerah ini akan merasa dimuliakan bak seorang raja karena tradisi "Pemulia Jamee" atau "Memuliakan Tamu" yang masih dipelihara sejak zaman leluhur.  Salah satu bentuk  sambutan ...